Wedding

Nah, dalam kesempatan kali ini saya ingin mengulas tentang Wedding atau pernikahan, tentu saja dari sudut pandang saya sendiri. Kok tiba-tiba, tidak ada angin tidak ada hujan, lama ngilang, muncul-muncul ngomongin pernikahan. Eits.. No, no, no, undangan pernikahan saya belum jadi. Calon suaminya masih di pesan.😀

Topik ini kepikiran karena, pada suatu hari yang gerah -siang bolong, panas, belum mandi lagi- ditambah paket internet masih banyak, gak perlu ngiritngirit, tapi tidak tahu mau menjelajah apa, ke mana, di mana, cuma punya satu visi, lagi pengen lihat yang lucu-lucu, yang bisa bikin seger. Kepikiran anime, tapi lagi bosen sama anime, di google ngetik kata “lukisan” baru lihat-lihat beberapa, sudah tidak minat. Bukan ini yang saya cari. Ketik lagi kata kunci “plushies“, gairahnya belum terdongkrak. Apa nih? Sambil pusing-pusing saya dengarkan you tube Mario Teguh “Cinta itu praktis” yang sedang membahas tentang pernikahan. Langsung saja ngetik “wedding dress” di kolom search dan “Eng Ing Eng” langsung seger. Olala…

Setahu saya, biasanya secara umum dan kebanyakan, kalau ngomongin pernikahan sama anak perempuan/gadis, yang muncul itu yang indah-indah. Pernikahan = bahagia. Teori dari mana nih? Itu, cerita-cerita dongeng, sang gadis/putri akhirnya menemukan pangeran dan hidup bahagia selamanya. Wajar kalau wanita mencari pria yang seperti pangeran, sebut saja mapan. Karena wanita itu matre, ingin hidup nyaman, kebutuhannya terpenuhi setelah pernikahan. Pernikahan = keluarga. Punya suami, punya anak yang lucu-lucu. Pernikahan = indah. Kebayang pesta pernikahan, baju nikahnya, tamu-tamunya, kebahagiaan yang sesak memenuhi udara, ditambah lagi pendamping yang ada di sisi.

Kalau untuk laki-laki, pernnikahan = tanggung jawab. Harus bisa memimpin keluarga,  membawa anak orang jadi harus mampu menghidupinya, mencari cara agar biaya rumah tangga terpenuhi, tidak bisa lagi sebebas ketika lajang. Apakah tidak bahagia? bahagia juga, ketika lelah bekerja di rumah ada yang menyambut dengan senyuman, makanan sudah terhidang di meja makan, tidur ada yang menemani, apalagi kalau anak yang lucu-lucu itu memanggil-manggil “Ayah”.

Kesimpulannya, pernikahan itu indah dan membahagiakan. Bukan berarti mudah. Tidak ada kapal yang tidak menemui badai, kecuali kapal yang cuma nangkring di pelabuhan. Pernikahan itu indah bila tahu cara menikmatinya.

2 thoughts on “Wedding

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s