Nafsu itu Nikmat

“Nafsu adalah nikmat yang kadang lupa disyukuri”

Atau cuma gue yang kayak gini? Terkadang kita menganggap nafsu itu jahat. Nafsu itu sesat. “Nafsu, Get lost!” or “Nafsu, Go to Hell!!”. Sok-sok Inggris dikit gak papa lah ya… Tapi, tahukah Anda, kalau Anda akan sangat tersiksa jika nafsu benar-benar hilang?

Gue mengalaminya. Beberapa hari yang lalu, gue agak tidak enak badan a.k.a kurang sehat. Tentu saja hal ini diikuti oleh nafsu makan yang menurun. Makan menjadi sebuah kewajiban. Keharusan agar bisa tetap hidup. Dan alasan agar segera sembuh. Rasanya benar-benar menyiksa. Kenapa? Karena gue adalah makhluk penghuni dunia warna-warni suka ria.

Lalu, saat “nafsu makan” itu kembali ke dalam dakapan, “WOW” hanya dengan makan saja, senyum mengembang di bibir, syukur memenuhi setiap pori-pori, binar-binar kebahagiaan itu kembali menyala di dua mata sipit gue.  Rasanya sudah lama tidak sebahagia itu saat makan. Kalau Anda melihat makanan, dan ingin memakan semuanya dalam satu kali lahapan, rasanya itu tidaklah buruk. Karena buruk itu saat banyak hidangan istimewa tapi Anda tidak ingin menyentuhnya sama sekali.

Kalau seandainya nafsu kepada lawan jenis punah, apakah manusia akan terus memiliki keturunan?

Gue rasa nafsu itu tidak buruk, hanya, pintar-pintarlah mengendalikannya.

Salam Dahsyat Cetar Menggelegar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s