Luluran dengan Cara yang Benar

Padahal dari kemarin gue terus merongrong salah satu penghuni kosan “Wisma Viltra” untuk nganterin gue ke salah satu toko kecantikan. Sebenarnya nggak ada sesuatu spesifik yang ingin dibeli. Pokoknya datang dulu, lihat-lihat, beli yang menarik atau mungkin pengen, atau butuh? Tapi nggak kesampaian juga sampe hari ini. Dan tadi sore bocah-bocah kosan pada luluran. Ngajakin gue. Dari mulai ngerayu-rayu, maksa-maksa, nggak mempan. Gue masih anteng di kasur.

“Kemarin ngajak-ngajak, sekarang disuruh pakai lulur aja susah bener”, keluh sang bocah yang gue rongrong dari kemarin. Pengen sih nyoba luluran, tapi susah banget keluar dari zona empuk ini.

Akhirnya gue luluran juga setelah diseret dengan paksa dari kasur ditambah serangan kitikan yang bertubi-tubi. Nyerah deh gue.

It’s the first time in my life, luluran (dengan cara yang bener). Dulu gue salah pakai. Dan tahu nggak rasanya gimana?

Gue baru tahu kalau luluran ternyata menyakitkan. Sakit. Serius dah.

Jadi, buat cowok-cowok, please hargai kalau  cewek-cewek selalu berusaha tampil cantik untuk kalian. Itu tidak mudah. Dan terkadang menyakitkan.

Cantik itu butuh perjungan.

Gue tahu gue nggak seperti cewek kebanyakan. Tapi gue berusaha untuk jadi lebih cewek buat kamu.

At least, walaupun waktu luluran gue banyak menggerutunya karena sakit, pas udah mandi rasanya kulit jadi lebih halus. Feel that I am more pretty than before. Mungkin ini ya yang dirasakan cewek-cewek kalau habis luluran, makanya pada rajin luluran. Tapi nggak janji gue bakal luluran lagi dalam waktu dekat😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s