Diet Saat Trismus ala Sensen

Bagi penderita trismus, membuka rahang, menggerakkan lidah, mengunyah, dan menelan menjadi hal yang sangat sulit dilakukan. Terasa sakit pula. Namun, meskipun mengalami kesulitan dalam mengunyah dan menelan tetap harus ada asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh guna memenuhi kebutuhan gizi tubuh.

Diet yang saya terapkan saat hari pertama trismus adalah diet cair berupa susu, air teh manis, dan air bubur kacang hijau sebagai sumber kalori dan telur ayam setengah matang untuk sumber protein. Dalam keadaan tidak tirah baring atau bedrest dan melakukan aktivitas seperti biasa, tentu saja diet cair ini sangat kurang guna memenuhi kebutuhan energi.

Pada hari berikutnya, selain diet cair berupa susu dan jus saya juga mulai menerapkan diet lunak berupa makanan lumat. Kenapa lumat? Agar makanannya padat tapi bisa langsung ditelan tanpa melalui proses pengunyahan. Beberapa menu yang saya buat diantaranya variasi bubur nasi, soft sarden, telur orak-arik, dan remes tahu. Setelah sarden dimasak dengan berbagai bumbu tambahan, sardennya dihancurkan lagi atau dilumatkan. Tidak sulit untuk melumatkan sarden dengan sendok saat akan disantap. Soft sarden ini saya jadikan cemilan.

Dalam pembuatan telur orak-arik, telurnya jangan digoreng sampe kering karena akan keras dan butuh dikunyah, jadi bisa dibilang karena bosan dengan telur rebus setengah matang, maka saya menggantinya menjadi telur orak arik setengah matang. Kenapa bukan telur ceplok setengah matang? Karena telur ceplok setengah matang, bagian atasnya memang lunak, tapi bagian bawahnya, tetap saja harus dikunyah untuk memakannya. Masalahnya, gigi geraham bawah dan atas saya tidak bisa bertemu, begitu pula dengan gigi depan atas dan bawah. Sehingga saya benar-benar tidak dapat mengunyah dan menggigit.

Pisang dapat menjadi buah pilihan yang baik, hal ini karena energi dalam pisang termasuk tinggi jika dibandingkan dengan buah-buahan yang lain.

Sebagai sumber protein hewani, selain telur coba gunakan berbagai macam  daging-dagingan yang digiling. Misalkan daging sapi giling yang direbus atau diungkep kemudian di tumis. Kreasikan dengan berbagai resep.

Yang perlu diperhatikan dalam diet trismus adalah tekstur makanannya. Kemudian, untuk mengundang selera penderita trismus, masaklah menu-menu favoritnya dalam keadaan yang bisa diterima penderita. Tentu banyak variasi menu lainnya yang bisa anda coba dan kreasikan. Menu-menu yang saya buat masih kurang variasi karena keterbatasan akses dan alat, maklum anak kost.

PS: Penyebab trismus adalah infeksi dan tanpa disertai penyakit penyerta sehingga tidak ada makanan pantangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s