Penyakit Jorok

Tak terasa sudah 22 tahun aku hidup bersama tubuh yang kumiliki sekarang ini. Setelah sekian lama bersama, tentu aku mengenal seluk-beluk, lorong-lorong, gang-gang kecil bahkan jalan-jalan pintas tubuh ini dengan baik -Apa sih. Yah, intinya cuma mau bilang kalau dah kenal banget deh ma tabiatnya.

Kali ini yang mau dibahas adalah hubungan tubuhku dengan penyakit. Siapa sih yang suka sakit? Jadi, kalau kita tahu dimana letak kerawanan tubuh kita, akan lebih mudah untuk menyiasatinya. Pernah disebutkan pada sebuah buku kalau tubuh kita (gen) ibarat topografi sebuah negara. Dikasihnya emang seperti itu, ya harus diterima. Negara yang terletak di dekat kutub gak bisa protes dan minta pindah tempat ke dekat khatulistiwa. Negara yang berupa gurun pasir, sulit air, gak bisa menggeser tanahnya atau bertukar tempat dengan negara lain yang lebih subur seperti Indonesia. Emang tempatnya udah disitu. Keadaan wilayahnya seperti itu. Topografinya ya itu. Yang bisa dirubah adalah bagaimana bisa bertahan, bisa survive, dan sejahtera dilingkungan yang seperti itu. Hal ini berlaku juga dengan tubuh kita. Tiap orang memiliki gennya masing-masing. Gak bisa protes. Lebih baik belajar menerima dan bersyukur lalu mengatasi kesulitan-kesulitannya. Kok malah ceramah gini sih, yah, intinya positif thinking and problem solving not ngedumel.

By the way, mau curhat nih. Dengarlah curhatku… Tentang tubuhku… ~nyanyi.

Pencernaanku lemah. Gak lemah-lemah banget sih, tapi juga gak kuat-kuat banget. Intinya harus hati-hati soal makanan. Terutama kebersihan dan ketepatan waktu makan. Slogan tubuhku “Gue boleh capek tapi gak boleh telat makan”. Terserah deh, mau loncat gunung kek, ngangkat rumah, narik truk, yang penting waktunya makan ya makan ~lebay. Kalau telat makan atau ada yang salah dengan makanannya, biasanya langsung sakit perut dan setelah bermalam -entah kenapa harus bermalam dulu- besok paginya langsung nongkrong di toilet dan diare. Sebenarnya bukan diare juga, diare itu hitungannya kalau sudah lebih dari 3 kali kan? Aku cukup sekali saja. Makanya kusebutkan bahwa pencernaanku ini lemah. Selain itu, kalau dilihat dari riwayat penyakit, selain influenza dan malaria emang cuma penyakit yang berhubungan dengan pencernaan saja yang pernah diderita seperti diare dan tipus.

Penyakit lainnya adalah penyakit jorok. Kenapa disebut penyakit jorok? Karena penyakit ini gak jauh-jauh dari gigi dan kulit. Kata seseorang, penyakit ini hanyalah penyakit jorok, cukup lebih menjaga kebersihan, maka dua penyakit ini akan pergi jauh-jauh. Supaya gak sakit gigi, rajin-rajinlah gosok gigi, pakai obat kumur. Supaya gak kena penyakit kulit, sering-seringlah mandi dan merawat kesehatan kulit.

Apa topografi tubuhmu? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s