Waktu

Waktuku membeku
Ketika bumi berotasi, berevolusi,
Ruangku tak bergerak

Ketika kaki-kaki melangkah pergi
Aku terpaku
Ketika senyum-senyum mulai menjauh
Yang kulihat hanya punggung-punggung

Ketika ingatan tak kubiarkan menjadi kenangan
Ketika seonggok mimpi mulai koyak dan membusuk
Aku yang mengurungku disini
Di ruang tanpa waktu
Berkawankan semu
Akulah yang memilih
Membunuh diriku sendiri

Ah, waktu
Ingin sekali aku menikammu
Hingga tergelepar tak berdaya
Andai saja kau bisa ku suap
Kita mungkin bisa bernegosiasi

Waktu,
Kau tak pernah menungguku
Itu sebabnya aku membencimu
Kau selalu berlari di depanku
Tak bisakah kita bersisian berdua?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s