Polemik

Asam-asam, Kalimantan Selatan

Ingin sekali aku berbicara
Tapi tak terucap bahkan sebuah kata
Ingin kugenggam tanganmu
Tapi takut waktu akan menjadikannya binasa

Rantai polemik yang bergerak berputar-putar
Antara kau ada dan tiada
Mengapa hati begitu rapuh?
Dan cinta menguap laksana embun pagi

Sudahkah kita tiba di ujung terowongan?
Menemukan cahaya berkilau mutiara
Membiaskan dua hasrat yang berbeda
Memantulkan dua muara yang terpisah
Akankah kita tetap satu?

Untukmu Cinta Terakhir
Ditulis kala hati menunggangi udara mencari tempat yang entah apa

2 thoughts on “Polemik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s