Tomcat yang Salah Dimengerti

Awalnya gue benar-benar membacanya tomcat bukan tomket. Dan gue kira ini adalah salah satu artis luar negeri yang lagi naik daun. Untungnya, sebelum gue salah kaprah lebih jauh, gue diberi tahu kalau tomcat adalah sejenis serangga yang lagi heboh diperbincangkan.

Karena penasaran dengan ini serangga yang diberitakan sangat heboh dan terkesan berbahaya, maka gue mengikuti seminar TOMCAT- Sahabat Petani yang Kini Ditakuti, Karena Salah Dimengerti. Dan, eng ing eng.. Ternyata banyak yang salah kaprah dengan kumbang mungil ini.

Tanya: Apa sih sebenarnya tomcat itu?

Jawab: Tomcat atau yang dikenal juga dengan semut semai, kumbang rove, atau juga semut kayap, termasuk dalam genus Paederus. Jenis yang paling banyak di Indonesia adalah Paederus fuscipes dan Paederus tamulus. Termasuk dalam family Staphylinidae dan ordo Colepotera –yang awalnya gue baca Cleopatra–. Ukuran tubuhnya ternyata kecil sekali 7-10 mm.

Tomcat

Tomcat

Tanya: Benarkah tomcat beracun dan berbahaya?

Jawab: Ya, tomcat memiliki racun yang disebut paederin (C24H43O9N) yang terdapat pada hemolimf –perut–. Paederin pada betina lebih banyak dibandingkan pada yang jantan. Paederin ini tidak dikeluarkan melalui gigitan atau sengatan. Kumbang yang satu ini tidak menggigit atau pun menyengat meski dalam keadaan terancam sekali pun. Paederin ini akan menyebabkan Dermatitis jika hemolimfnya pecah karena terpencet. So, tomcat tidak berbahaya selama Anda tidak memukul atau memencetnya hingga hemolimfnya pecah dan terkena kulit.

Tanya: Apakah semua tomcat berbahaya?

Jawab: Terdapat 600 jenis Paederus dan hanya 20 jenis yang bisa menyebabkan dermatitis.

Tanya: Kenapa tomcat menyerang warga?

Jawab: Kapan tomcat menyerang warga? Menggigit atau menyengat pun tidak. Warga yang merasa terserang adalah warga yang dengan atau tanpa sengaja menyerang tomcat a.k.a memukul atau membunuhnya dengan cara digencet. Tomcat ini tidak bermaksud menyerang manusia. Populasi tomcat meningkat pada akhir musim hujan. Dan karena tempat tinggalnya sedang musim panen (padi) maka tomcat mencari tempat tinggal baru. Tertarik dengan cahaya putih dan sinar UV, berkunjunglah tomcat ke rumah-rumah atau bangunan yang dekat dengan sawah.

Tanya: Bagaimana jika terlanjur terkena paederin tomcat?

Jawab: Segera cuci dengan sabun pada air yang mengalir. Disarankan menggunakan sabun yang tidak berwarna, tidak  berparfume, dan tidak mengandung sulfur. Kemudian periksa ke dokter. Disarankan untuk tidak menjadi dokter coba-coba pada diri sendiri, percayakan pada ahlinya, dokter.

Tanya: Bagaimana cara menanggulangi keberadaan tomcat?

Jawab: Tidak menyentuh langsung atau memencet tomcat di kulit. Jika terkena paederin segera cuci dengan sabun di bawah air yang mengalir. Menutup ventilasi rumah dengan kain kasa. Tidak menyalakan lampu yang tidak perlu. Matikan lampu, beberapa saat kemudian tutuplah semua pintu dan jendela, baru nyalakan lampu kembali.

Tanya: Apakah tomcat membawa herpes?

Jawab: Tidak ada kaitan antara tomcat dan herpes. Virus herpes tidak mempunyai vektor. Penularannya melalui udara –seperti virus flu– kecuali herpes ginekologi, penularannya melalui kontak seksual.

Tanya: Benarkah racun tomcat lebih berbahaya dari racun kobra?

Jawab: Tidak bisa dibandingkan karena merupakan dua jenis racun yang berbeda.

Tanya: Apakah tomcat termasuk hama?

Jawab: Tidak. Tomcat justru merupakan predator alami wereng. Satu ekor tomcat bisa memakan sampai 5 wereng dalam sehari. Tomcat berumur 3 bulan (100 hari).  Maka seumur hidupnya seekor tomcat bisa memakan sampai 500 wereng. So, tomcat adalah sahabat petani.

4 thoughts on “Tomcat yang Salah Dimengerti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s