Karena Jerawat Mengajarkanku Banyak Hal

Jerawat, untuk sebagian orang terutama perempuan, biasanya akan risih dan risau dengan kehadirannya. Tapi tidak untuk gue.

Rasanya sudah dua bulan ini, muncul jerawat membandel di wajah gue. Biasanya mereka cuma muncul sebelum datang bulan lalu kemudian menghilang dengan sendirinya tanpa perlu diusir. Tapi ini entah kenapa, mereka betah berlama-lama. Bahkan sempat mengusik ketenangan gue.

Tapi sungguh gue banyak belajar dari mereka. Dari gunung-gunung kecil yang kini bertebaran mengisi ruang-ruang kosong di wajahku.

Sahabat, apakah engkau tahu apa itu empati?

Empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaaan erasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. (Sumber: Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga).

Yah, bahasa gampangnya adalah dapat ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain.

Dulu –sebelum dua bulan lalu– gue sangat bangga dengan kulit wajah gue. Mereka benar-benar diciptakan oleh Yang Maha Kuasa khusus untuk orang malas yang sangat jauh dari cewek seperti gue. Gue gak pernah melakukan apa yang kalian sebut “perawatan”.  Sering lupa kalau keluar harus pake bedak –gak harus juga sih– karena sekarang santer terdengar kabar harus pakai bedak yang mengandung SPF untuk melindungi kulit wajah dari sinar UV. Paling malas cuci muka kalau dari luar. Tidak mengenal itu yang namanya “masker”, “scrub”, & “peeling” –dan mungkin masih banyak kawan-kawannya yang lain yang bahkan tidak gue kenal.

Jadi, gue menyebut kulit wajah gue ini sebagai kulit normal yang tidak manja. Mungkin karena itu gue jadi sombong, dan tidak bisa empati. You know, kalau ada teman gue, cewek yang lagi pusing ama jerawat yang tiba-tiba nongol, dia bakal langsung ribut bin ribet. Dalam hati gue berkata,

“Ya elah… Jerawat aja dipusingin… Kurang kerjaan..”

“Trus kenapa kalau jerawatan???? Emang ada masalah???”

“Jerawat kan gak bikin mati. Kok sibuk banget sih…”

“Wajar donk kalau punya jerawat. Toh seluruh orang di dunia pernah mengalaminya.”

“Jerawat itu mengurangi rasa percaya diri | lebayyyy”

“Gue mau ketemu pacar | Emang pacar lu gak sayang lagi ma elu kalau jerawatan gituh?? Ada-ada aja”

dan sebagainya.

Dan kalau cewe yang sedang panik binti sebel itu adalah teman gue yang sudah akrab, gue gak segan-segan mengucapkannya. Tapi gak selalu gitu juga sih apa yang ada dalam hati gue. Gak jarang gue bersyukur dengan berkata dalam hati, “Untung aja kulit gue gak manja” tapi jika kalimat dalam hati itu terlontarkan oleh bibir gue, maka terselip sombong di dalamnya. SOMBONG.

Nah, karena sekarang  jerawat-jerawat kecil itu betah di wajah gue, gue jadi bisa memahami apa yang dulu dirasakan oleh teman-teman gue. Punya jerawat itu ternyata memang gak enak. Dan gue menyesali kalimat-kalimat tidak empati gue dulu.

Sorry guys, I never do it again. Gue tahu gimana rasanya.

Dulu kalau melihat gambar seperti itu di televisi, gue sering berkata, “Emang ada ya kayak gitu??”

Sekarang gue ngaca dan bilang, “Ternyata memang ada.”

Tapi gue gak mengutuk atau merutuk mengenai hal ini. Yg harus gue lakukan sekarang adalah

SMILE

Pelajaran berikutnya adalah mengenai sombong dan syukur.

Gue belajar untuk tidak lagi menjadi sombong agar Ia tidak lagi mengambil hal-hal indah yang gue punya. Gue tahu maksud Dia baik. Ia mengambil kulit wajah yang gak manja punya gue, agar gue gak punya lagi kesempatan untuk sombong. Dia mencintai gue, dengan sebenar-benarnya cinta.

Gue juga jadi banyak bersyukur. Gue  jadi ingat apa saja yang telah Dia berikan. Bersyukur untuk setiap hal besar dan kecil yang seringkali gue lupakan. Bersyukur yang Dia ambil hanyalah kulit mulus gue, bukan salah satu jari gue, salah satu panca indera gue, atau salah satu organ dalam gue. Gue jadi mensyukuri setiap sel dalam tubuh gue dan juga setiap saraf yang masih bekerja dengan baik. Bersyukur untuk setiap hal yang gue miliki.

Jerawat mengajariku banyak hal.

2 thoughts on “Karena Jerawat Mengajarkanku Banyak Hal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s