Twitter

Hai, gue cewek 21 tahun, zodiak Cancer,  hobi baca dan jalan-jalan. Apa sih gue?? <<< Percaya botak :p

Kita mulai aja yuuuuk, langsung ke inti ceritanya. Chek it out.

Sekarang ini, siapa sih yang gak kenal twitter? Twitter adalah salah satu jejaring sosial yang termasuk populer di berbagai kalangan. Entah itu anak-anak, remaja, dewasa, ibu-ibu, bapak-bapak, kakek-nenek gaul, muda-mudi eksis, single, jomblo maupun yang udah merried.

Gue tau akan adanya twitter ini sudah lama, tapi entah kenapa gak tertarik buat akun. Yah, sebut saja gue kuper pada masa itu. Facebook aja jarang update status, apalagi buat akun baru, ntar jadi dunia tanpa kehidupan.

Singkat cerita, tibalah gue di tahun 2011, di mana ini adalah masa gue mulai bisa memanfaatkan dengan baik dan benar jejaring sosial. Mengerti apa itu manfaat dan kegunaan dari jejaring sosial. Udah gak malu-malu lagi buat update status n komen sana-komen sini, chating pun tak ketinggalan. Intinya gue dah nyaman ma facebook dan sayang deh ama akun gw n teman2 gue di facebook. Yah, walaupun dari sekian ratus itu memang ada yang gue gak kenal-kenal banget, atau bahkan gak tau itu siapa. Tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jarilah. Soalnya gak semua yang add dikonfirm. Gini-gini juga gue termasuk orang yang rada tertutup –dengan pengertian gak ingin berbagi ke sembarang orang. Update status itu kan seperti nulis diary. Gak ingin sembarang orang melihat kehidupan pribadi gue– FYI aja sih.

Nah, untuk gue, cukup punya satu aja akun jejaring sosial. Biar gak pusing ngurusnya. Update status itu kan butuh kreatifitas atau sesuatu yang bisa dibagi. Ngupdate status fb aja kadang bingung. Apalagi kalau pelihara akun lain lagi.

Kembali kita melintasi waktu lagi, sekarang gue dah ada di tahun 2012. Med tahun baru \(^^)/ Telat sih, tapi lebih baik dari pada gak ngucapin ke kamu kan? *wink wink* Gak usah malu-malu, bilang aja kalau kamu dah lama nunggu untuk sekedar di tegur ^_^ –GE-ER tingkat dewa– Oke, kembali ke cerita utama. Alkisah, teman-teman gue pada punya twitter semua. Iseng-iseng pengen buat juga sih.. Biar bisa gaul bareng gitu.. Tapi masih males aja. Males ngerawatnya, kan kasian kalau tuh akun ampe ditumbuhi alang-alang n rumput liar.

Lalu karena suatu kejadian biasa yang akhirnya berdampak luar biasa, maka bertekadlah gue untuk buat akun twitter. Jadi, pada suatu hari yang cerah, gue dan anak-anak BloggerIPB mendatangi suatu seminar yang diadakan di Depok. Nah, di absennya ada kolom twitter. Heh??? Kenapa harus twitter?? Kenapa?? Kenapa bukan jejaring sosial yang lain?? Kenapa? kenapa eh kenapa, berjudi itu haram? *tereroret* –malah nyanyi– Dan cuma gue orang yang mengosongkan kolom itu. Kenapa?? Berasa sendirian. Terasing.

Maka, beberapa hari kemudian gue buatlah akun twitter dengan nama @tsen_sent. Belibet memang, habis itu sih yang katanya masih bisa. Lagian unik gitu..  Follow beberapa teman gue, dan difollow beberapa teman gue. Menurut gue ngumpulin teman di twitter itu lebih susah. Tapi ya sudahlah, toh tujuan gue buat twitter itu untuk sekedar punya. Dan rasa-rasanya gue rada gak pas tinggal di twitterland. Namun semua berubah karena satu hal. Karena ada sedikit masalah di istana gue (baca Facebook) maka mau tak mau gue harus hijrah sementara waktu ke twitterland dengan terpaksa. TERPAKSA.

Hari pertama gue bengong-bengong, merindukan istana gue. Hari kedua masih susah tidur. Hari ketiga muter-muter gak jelas. Yah, butuh waktu memang untuk adaptasi. Belajar menyapa tetangga-tetangga di twitterland. Kadang disapa duluan, kadang disapa balik, kadang dicuekin. Yah.. Namanya juga bergaul.

Lalu gue menyadari kalau ternyata di twitterland itu lebih bebas. Gue menyebutnya tanpa batas. Lu bisa masuk ke pembicaraan orang lain dengan me-retwit. Tanpa lu harus kenal siapa-siapa saja yang lagi ngomongin itu. Dan mereka bisa jadi akan me-retwit retwitmu itu tanpa peduli siapa kamu. Karena dalam mention gak ada foto, maka yang lebih penting adalah apa yang kamu ucapkan, bukan siapa kamu. Yah, ini penilaian secara subjektif sih, gak masalah kalau lu beda pendapat.

Dan sekarang gue tiba di 24 Februari, hari yang sangat bersejarah buat gue. Karenaa gue belajar banyak hal hari ini. Dan ada yang sangat luar biasa buat gue. Oh ya, beberapa waktu yang lalu, gue ganti nama dari @tsen_sent >>> @HappySen2. Kenapa happy? karena gue selalu berusaha untuk ceria dan sejujurnya gue bahagia. Gue bahagia dengan kehidupan gue. Yah, gue rasa gue termasuk salah satu orang paling bahagia di dunia. Gue punya segalanya dengan takaran dan ukuran yang pas buat gue ^_^

Di Hari Jumat ini –Jumat yang mulia– gue belajar apa itu yang disebut rendah hati. Ya, ternyata rendah hati itu sulit ya. Sejujurnya, dari sekian ratus teman Facebook gue, sebagian besar adalah hasil “konfirm”, hanya beberapa yang gue “add”.  Gue gak tau, entah gue terlalu gengsi atau terlalu malas –dua-duanya gak ada yang bagus– tapi itulah faktanya. Dan ini gak bisa berlaku di Twitterland. Siapa gue gitu?? Jadi gue follow saja beberapa orang yang gue anggap perlu. Kalau di folbek ya sukur, kalau nggak ya sudah. Dan karena itulah gue males follow-follow.

Gue follow elu + elu folbek = teman

Gue follow elu + (-) elu folbek= fans

Aiiiishh.. Sorry

Maklum aja ya… Ini pikiran orang kerdil. Jangan ditiru.

Inilah inti pelajaran gue hari ini. Yang menciptakan strata itu siapa? Mindset gue. So, open mind. Untuk menjadi follower itu butuh kerendahan hati. Elu ngeliat dia, tapi dia nggak ngeliat elu. Padahal dalam kehidupan nyata, dia ada di samping elu. Lihat kan, butuh kerendahan hati. Dan itu bukan hal yang mudah.

Belajar merendahkan hati. Merendahkan gengsi ◕‿◕

Merendahkan hati tidak sama dengan merendahkan diri
Merendahkan gengsi tidak sama dengan merendahkan harga diri
Maka hari ini gue mulai follow sana-follow sini. Nggak ngasal-ngasal juga, gue follow akun-akun yang bisa bikin gue tertawa, gue termotivasi, atau memberikan pembelajaran sederhana. Dan gue kaget karena sudah 100 akun yang gue follow.  Tidak itu saja, gue follback semua akun yang follow gue –yang tadinya gue anggap followers, sekarang gue anggap teman– Thanks dah follow gue meski lu gak tau siapa gue. Ah, betapa sombongnya gue kemarin, ingin berada di tempat yang tinggi. Padahal akan lebih indah jika berada di tempat yang tinggi bersama-sama.
Namun karena itulah gue menemui sedikit masalah. Karena banyaknya akun yang di follow, maka TL menjadi super update. Hanya selang detik,  telah bertambah banyak twit baru. Pusing eeuuiii ngeliatnya. Dan tweet orang-orang penting di kehidupan gue, jadi tertimbun karenanya. Setelah gue pikir-pikir gimana caranya agar tetap bisa belajar dari Twitterland tanpa harus mengesampingkan hubungan personal dengan teman-teman real gue maka gue buatlah akun baru. Tidak ada anak tiri di sini. Hanya pembagian fungsi. @HappySensen itu akun untuk belajar dan berbagi. Dia juga gue gunakan untuk membangun networking. Gue rasa peluang membangun networking di Twitterland itu tinggi. Sekarang mungkin belum apa-apa, tapi gue berharap ke depannya itu bisa terwujud. Sedangkan akun baru yang gue buat itu @Sen2_Aja yang fungsinya untuk menjadi mata. Mata yang mencari tahu bagaimana kabarmu teman-temanku. Yups, dan fungsinya hanya sebatas itu, mata. Kalau ada 2 Sensen yang memfollow kamu, gak usah bingung, yang satu itu aku, yang satu itu mataku.
Semua hal yang kita lakukan itu kembali pada niatnya. Bisa jadi kita melakukan hal yang sama tapi niatnya berbeda. Luruskanlah niatmu. Niatkanlah untuk kebaikan.

3 thoughts on “Twitter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s