Buah Menteng, akhirnya aku memakanmu

Menteng atau biasa disebut kepundung adalah salah satu jenis buah asli Indonesia yang sudah mulai sulit ditemui. Tahu dari mana? Dari internet :p

Saya jadi tertarik dengan buah-buah langka Indonesia karena kemarin sempat magang di Green Tv dan kebagian program telisik buah. Awalnya pengen nyari buah yang unik, malah nemu buah-buah yang telah langka. Jadilah saya ketagihan mencari tahu tentang buah-buah langka. Setelah itu, berlanjutlah keinginan saya untuk mencicipi buah-buah tersebut. Berdasarkan analisis saya, buah-buah ini menjadi langka karena rasanya biasanya asam-asam manis atau cenderung asam. Sedangkan kita, manusia pada umumnya lebih menyukai rasa manis, maka buah-buahan yang memiliki rasa manis menjadi kegemaran. Sedangkan yang rasanya jauh dari manis tersingkirkan. Apalagi sekarang telah banyak masuk buah-buah impor dengan harga terjangkau dan rasa yang manis. Kalau saya memang dari sananya suka asam. Jadi buah berasa asam atau manis saya sikat saja. Emang pecinta buah sih… \(^^)/ walaupun tetap saja ada jenis buah yang kurang disukai.

Dari daftar tersebut, buah-buah yang telah saya cicipi adalah jamblang, kecapi, bisbul, burahol/kepel, lobi-lobi, jambu bol, dan menteng.

Buah menteng ini rasanya asam-asam manis cenderung ke asam. Bijinya berwarna ungu, hal ini jadi menarik buat saya. Jarang-jarang ada buah yang bijinya secantik ini warnanya. Beruntung saya kuliah di Bogor, karena berdasarkan Wikipedia buah ini masih bisa ditemui di Jakarta dan Bogor. Saya melihat penjual yang menjajakan buah menteng ini sejak Desember kemarin dan pada bulan ini-Januari- buah ini masih dapat ditemui. Jadi, hipotesis sementara musim buah menteng adalah Desember-Januari. Harga buah menteng pun tidak mahal, satu kilogram Rp3000,00.

Inilah foto buah menteng yang saya makan

Sekarang lagi penesaran banget dengan buah kemang… pengen ngicipin.. Ada yang bisa bantu?

6 thoughts on “Buah Menteng, akhirnya aku memakanmu

    • Daerah di jakarta yang namanya Menteng itu justru diberi nama Menteng karena dulunya banyak pohon menteng di sana. namun sejalan dengan perkembangan jaman, yah… begitulah wajah Ibukota sekarang. Penuh bangunan. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s