Mengapa Saya Gabung Komunitas BloggerIPB?

Postingan kali ini ditulis karena prakarsa salah satu teman saya yang bernama Abdul Haris Nasution yang didukung oleh teman-teman dari bloggerIPB (Elka, Danang, Agung, dan masih banyak lagi). Jadi, pada hari minggu yang cerah ini, disinilah saya menulis jawaban atas pertanyaan teman saya itu.

Kalau ada yang bertanya pada saya “mengapa kamu gabung Komunitas BloggerIPB?” maka jawabannya sederhana saja, “Karena saya adalah mahasiswa IPB yang memiliki blog”. Kata teman saya, lagi-lagi yang bernama Abdul Haris Nasution, saat dia menjabat sebagai presiden BloggerIPB, “Kita itu komunitas. Siapapun dia, mau mahasiswa, staf, dosen, alumni selama dia memiliki blog, maka dia adalah anggota komunitas BloggerIPB. Makanya saya nggak mau Blogger IPB jadi UKM, lebih baik jadi komunitas saja” kira-kira seperti itulah perkataannya setahun yang lalu.

Saya telah mengetahui akan adanya komunitas Blogger IPB ini sebenarnya sejak lama, tertarik untuk ikut, tertarik untuk memiliki blog, tapi tidak tahu mau diisi apa. Makanya saya mandegh. Cuma suka dengar-dengar kabarnya saja dari teman saya yang bernama Abdul Haris Nasution. Dan sejak dia kenal blog, dia memang selalu merongrong saya untuk membuat blog. Sebenarnya saya pernah membuat blog sebelum ini. Hanya membuat. Sebelum diisi, saya lupa url blog itu, apalagi username dan passwordnya :p Tapi teman saya yang bernama Abdul Haris Nasution –lagi-lagi saya harus menyebut nama itu– tidak pernah bosan menyuruh saya membuat blog.

Lalu suatu hari, saya bertemu dengan seseorang yang entah bagaimana membuat saya percaya diri untuk menulis blog -–cerita tentang itu ada sih di awal-awal postingan blog ini. Saya tidak mau menulisnya lagi karena keterbatasan halaman (alasan)–. Lalu saya sms teman saya yang bernama –-Anda pasti sudah hafal namanya, ayo kita sebutkan bersama-sama– Abdul Haris Nasution, isinya kira-kira menyatakan kalau saya sudah membuat blog dan sedang kebingungan mengelolanya. Dia bertanya saya di mana, setelah dibalas, dia langsung datang menemui saya dan mengajarkannya secara langsung. Niat banget… Mungkin dalam hatinya dia berkata, “Akhirnya ni anak buat blog juga.” Gak rugilah usaha dia 3 tahun :p

Bersabarlah. Konsistenlah. Karena sesuatu yang engkau lakukan terus-menerus suatu hari nanti pasti akan berbuah keberhasilan.  Seperti air yang lembut namun berhasil membuat lubang pada batu yang keras.

Nah, itulah kisah bagaimana blog ini berdiri. Sekarang kita kembali ke masalah “mengapa saya gabung Komunitas BloggerIPB?” Karena jika menilik kata-kata teman saya yang kini di tahun 2012 telah menjadi Mantan Presiden BloggerIPB, mau tidak mau setelah saya memiliki blog secara otomatis saya adalah anggota Komunitas BloggerIPB kan? Kenapa harus dipertanyakan lagi? #MukaPolos.

Inilah cerita sebenarnya. Setelah teman saya  yang namanya telah anda hafal mengetahui bahwa saya punya blog, maka saat ada kopdar dia sms –-mengundang– untuk datang. Ini bukan pertama kalinya undangan kopdar menghiasi layar telepon seluler Nokia Seri 3600 slide. Dari dulu, dari sebelum punya blog –- saya tidak ingat waktu tepatnya– setiap ada kopdar, saya akan menerima undangannya. Dan biasanya selalu saya balas smsnya itu dengan “Gue gak punya blog Dul…” balasan dari dia “Makanya, buat blog atau cepetan buat blog” –-kalau orang yang bersangkutan kebetulan nyasar di mari, mudah-mudahan dia bisa mengoreksi kalau ada yang salah. Maklum ingatan saya rada-rada blur— atau tidak dibalasnya atau dibalasnya disuruh datang aja, maen. Mungkin maksudnya, kalau saya ikut kopdar saya kan mau gak mau harus langsung buat blog setelah itu. Jadi, saya tidak pernah ikut kopdar sampai hari itu –lupa kapan hari dan tanggalnya–😀 saat saya sudah punya blog. Akhirnya bisa kupenuhi juga undangannya :bangga:

Saya mengatakan pada teman saya itu yang namanya adalah Abdul Haris Nasution kalau saya akan datang ke kopdar. Awalnya sih santai-santai saja, senang karena rasanya selama ini seperti punya hutang –-dikejar-kejar oleh undangan kopdar, tapi tidak bisa datang– dan pada hari itu akhirnya saya bisa melunasi hutang yang telah lama menghantui. Setelah tiba di tempat kopdar, saat itu tempat kopdar yang dipilih adalah Pondok Bambu Anindi, Balio, keraguan pun menjalar ke seantero tubuh. “Gue kan gak kenal satu pun dari mereka? Siapa aja yang ada di sana gue gak taw. Tiba-tiba gue nongol, ntar gue kayak makhluk asing. Oh, tidak. Saya pemalu. Bagaimana ini?” Pokoknya pikiran mirip-mirip itulah yang menghantui saya. Lalu saya sms Abdul Haris Nasution yang akrab disapa Aha kalau saya sudah sampai tapi saya pengen pulang saja. Masalahnya, saya kembali ragu-ragu “Pulang ngggak ya… pulang nggak ya…?” Balik kanan, balik kanan lagi. Balik kanan, balik kanan lagi, udah kayak gasing aja muter-muter di tempat –kalaupun gue galau, kenapa tubuh gue harus mengekspresikan hal itu dengan sangat jelas?– Saat saya sibuk menggalau dengan kegalauan saya, Aha keluar dari Pondok Bambu Anindi, reflek tubuh ini langsung mundur teratur.

“Pulang.”

Eh, sayangnya saya keburu kepergok. Setelah dialog ini-itu –-yang isinya saya mau pulang saja dan dia minta saya masuk saja– dia malah setengah teriak –-gak teriak juga sih— kalau teman-teman yang di dalam sudah pada jinak. =,=” kata-katanya itu tidak membantu sama sekali kecuali membuat hal ini menjadi pusat perhatian. Terdengar suara ribut-ribut dari dalam, “Ah.. Gue katahuan” Akhirnya saya ikut masuk juga. Lha, udah gak bisa kabur. Mau gimana lagi?

Itulah cerita mengapa saya bisa gabung dengan Komunitas BloggerIPB. Setelah saya ikut kopdar, baru saya dimasukkan ke dalam grup BloggerIPB. Kebalik, biasanya gabung grup dulu baru kopdar. Mangkanya waktu kopdar ternyata banyak yang belum kenal muka, tapi kenal akun fb. Nah saya, kenal orang kagak, akun fb kagak. Senyam-senyum aja deh😀

Asli. Orang-orang yang datang bisa-bisanya gak ada satu pun yang saya kenal kecuali Abdul Haris Nasution. Dan bisa-bisanya di kopdar yang saya datangi ini gak ada sesi foto-fotonya –biasanya di setiap kopdar ada sesi dokumentasi foto-foto dikit– #NangisBombay

Apa yang paling menyenangkan dari komunitas BloggerIPB ini? Orang-orangnya ramah, baik, dan menyenangkan. Tidak percaya? Buktikan sendiri. Gak rugi lhoOh ya, tentang traktiran makan itu memang benar. Gak tahu gimana, ada aja yang traktir. Hahahahaha… Tapi bukan di situ point utamanya, walaupun itu sangat mendukung –menjadi magnet tersendiri bagi mahasiswa– :p.

Gimana perasaannya ikut kopdar? Kalau kopdar saya seperti datang ke dunia lain. Bukan karena teman-teman kopdar pada bawa-bawa makhluk halus, tapi karena pembicaraan yang mereka bawa. Mendengar mereka ngomongin soal sisi dunia maya yang saya gak kenal, sebenarnya saya lebih sering gak ngerti dengan apa yang mereka bicarakan -–maklum ya, cewek biasanya gak terlalu mengikuti perkembangan teknologi. Cuma tahu pakai– rasanya seru sekali. Melihat mereka antusias, saya jadi ikut-ikutan antusias –-walaupun tidak mengerti apa yang di”antusias”kan– manusia memang mudah terbawa suasana.

Plus-plus yang lainnya, saya jadi punya tempat bertanya jika menemui kesulitan mengenai dunia maya, tidak hanya soal blog. Jadi nambah teman-teman baik yang menyenenangkan dan sering teriak-teriak “Semangat”  dengan versi masing-masing. Menemukan komunitas BloggerIPB untuk saya seperti menemukan keluarga baru. Love you guys.

Heeemm.. Jadi tidak sabar menunggu kopdar berikutnya. Saya juga menantikan kedatanganmu, jadi ayo hadir di kopdar pertama tahun 2012 \(^^)/

4 thoughts on “Mengapa Saya Gabung Komunitas BloggerIPB?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s