Dunia Fantasi

Sejak kecil aku ingin sekali main ke Dufan, Ancol. Dan pada akhirnya, aku pun berhasil main ke Dufan, walaupun belum sempat mencicipi wahananya. Tiga tahun terakhir ini aku tinggal di Bogor, tak jauhlah dari Jakarta. Aku memiliki akses ke Dufan, hanya belum memiliki kesempatan. Dan pada tanggal 23 Desember 2011 aku memiliki akses dan kesempatan untuk berkunjung ke Dufan.

Tentu saja aku menikmati saat-saat dimana aku berada di Dufan, apaalagi bisa menonton Musikal Laskar Pelangi Highlight pra-perdana. Menonton MLP Highlight memang menjadi tujuan utama kami bertandang ke Dufan. Namun saat aku keluar Dufan, aku melihat anak-anak jalanan tak jauh dari sana.Mungkin disitulah tempat mangkal mereka, atau mereka saat itu hanya sekedar melepas lelah. Lalu terbersit dipikiranku, bagaimana perasaan mereka. Bagi anak-anak, Dufan adalah dunia yang gemerlap dan sangat menarik. Tapi mereka hanya bisa memandangnya setiap hari dari luar. Dufan ada di depan mata, tapi tidak terjangkau olehnya. Seperti istana yang dikelilingi tembok tinggi nan tebal, hanya mampu bermimpi meraihnya.

Hah.. Aku harus lebih banyak bersyukur. Betapa banyak yang tidak seberuntung aku. Aku memiliki kehidupan yang layak dan cukup. Keluarga yang harmonis dan hangat. Rumah yang nyaman untuk ditinggali. Terima kasih Tuhanku, untuk semua nikmat yang tidak dapat kusebutkan satu-persatu.

2 thoughts on “Dunia Fantasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s