Bab VII Sikap Konsumen

Sikap (attitudes) konsumen adalah faktor yang berpengaruh dalam keputusan konsumen karena konsep sikap yang berkaitan dengan konsep kepercayaan (belief) dan perilaku (behavior). Sikap merupakan ungkapan perasaan konsumen tentang suatu objek dalam menyukai suatu objek atau dapat merupakan kepercayaan konsumen terhadap berbagai manfaat dari suatu produk. Kepercayaan konsumen adalah pengetahuan konsumen terhadap suatu objek, atribut atau manfaatnya dimana kepercayaan bersama sikap dan perilaku berkaitan dengan atribut produk. Atribut produk sendiri merupakan karakteristik yang terdapat pada suatu produk.

Beberapa karakteristik sikap diantaranya adalah:

  1. Sikap memiliki objek
  2. Konsistensi sikap
  3. Sikap dapat positif atau negatif serta netral
  4. Sikap bias dibedakan berdasarkan intensitasnya
  5. Resistensi sikap
  6. Persistensi sikap
  7. Keyakinan sikap
  8. Sikap dan situasi

Beberapa fungsi sikap yang dipakai dalam strategi pemasaran suatu produk adalah fungsi utilitarian, fungsi mempertahankan ego, fungsi ekspresi nilai, fungsi pengetahuan, kombinasi beberapa fungsi, mengasosiakan produk dengan sebuah kelompok/peristiwa, memecahkan konflik dua sikap yang berlawanan, mengubah evaluasi relatif terhadap atribut, mengubah kepercayaan merek, dan menambahkan atribut ke dalam produk.

Menurut Model Tiga Komponen (Tricomponent Model) sikap terdiri dari tiga komponen yaitu kognitif (pengetahuan dan persepsi konsumen yang diperoleh melalui pengalaman disertai berbagai sumber), afektif (perasaan konsumen dimana perasaan tersebut merupakan evaluasi menyeluruh terhadap suatu produk), dan konatif (tindakan seseorang terhadap suatu objek). Sedangkan menurut Solomon (1999) Tricomponent Model merupakan model sikap ABC dimana A merupakan sikap (affect), B adalah perilaku (behavior), C adalah kepercayaan (cognitive).

Pengukuran sikap yang paling populer digunakan oleh para peneliti konsumen adalah model multi atribut sikap dari Fishbein. Model multi atribut Fishbein menjelaskan bahwa  sikap konsumen terhadap suatu objek atau produk sangat ditentukan oleh atribut-atribut yang dievaluasi. Model multi atribut terdiri dari tiga model yaitu:

  1. The attitude-toward-object model
  2. The attitude-toward-behavior model
  3. The teory- of-reasoned-action model

Model sikap lainnya yang sering digunakan untuk menganalisis sikap konsumen terhadap suatu produk adalah  model sikap angka ideal (the ideal-point model). Model ini mengemukakan bahwa model angka ideal ini akan memberikan informasi mengenai sikap konsumen terhadap merek suatu produk dan sekaligus memberi informasi merek ideal yang dirasakan konsumen.

Perbedaan utama model Fishbein dan Angka Ideal adalah  terletak pada pengukuran sikap ideal menurut konsumen. Model Fishbein tidak mengukur sikap ideal konsumen mengenai evaluasi konsumen terhadap apa yang sesungguhnya dirasakan konsumen dan apa yang diinginkan oleh konsumen. Sedangkan model Angka Ideal mengukur gap (perbedaan) antara apa yang ideal dan dengan apa yang sesungguhnya dirasakan oleh konsumen.

Summarized by Yuliyanti M. B. (Majoring in Community Nutrition, College of Human Ecology, Bogor Agricultural University, Bogor-Indonesia)

Based on Ujang Sumarwan.2003.Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumer Behaviour: Theory and Application in marketing)

One thought on “Bab VII Sikap Konsumen

  1. Pingback: SIKAP KONSUMEN | putriiannisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s