Kupa adalah pohon buah yang masih termasuk anggota suku jambu-jambuan. Berdasarkan Wikipedia kupa termasuk buah lokal Indonesia (asal Kalimantan dan jawa). Nama lain kupa adalah gohok (Betawi), kupa (Sunda), dan gowok, dompyong (Jawa).
Katanya suku jambu-jambuan, kok miripnya ama anggur? Yups, penampakannya emang kayak anggur, bentuknya bulat-bulat, kecil, berwarna ungu kehitam-hitaman (yang sudah matang).
Kok bisa nemu buah ini sih? Jadi, ceritanya begini, waktu lagi mutar-mutar di Pasar Anyar nyari buah, nemulah buah ini. Karena baru pertama kali lihat, jadilah penasaran. Pas nanya penjualnya, katanya namanya buah kupa, biasa untuk rujak, rasanya asam, sekilo sepuluhribu, setengah kilo lima ribu, tidak dijual seperempat kilo. Akhirnya cuma ngicipin satu buah. Dan rasanya… Uaaasssseeemmmm.. Eerrrr.. Nendang banget.
Karena tidak sempat foto buahnya waktu dipasar kemarin, jadi gambar ini aku cari di google.
Setelah ngicipin buah kupa sebiji, kuputuskan untuk tidak membelinya dan pulang. Eh, belum juga nyampe pertigaan besar, langsung ngidam. Pengen bangeeeet.. Dan akhirnya terngiang-ngiang sampe sekarang.
Hasil riset dunia maya:
- Kupa biasanya digunakan dalam campuran buah-buahan rujak atau dibuat manisan karena rasanya yang asam.
- Cara lain menikmati kupa adalah rendam kupa dengan air hangat yang telah ditambahkan garam. Rasanya akan berubah menjadi manis-asin. (Hemm.. Patut dicoba nih).
- Pohon ini berbuah sekita bulan September-Oktober
Oh iya, sekedar info, jambu Bol lagi musim loooh.. Sekilo tiga puluh ribu di Pasar Anyar, Bogor.

buah asem… buah asem everywhere…
Enyak.. Enyak.. Enyak..